Jumat, 20 Maret 2009

Contoh Rencana Bisnis

oleh : Nia Atmadianing Meigawati
prodi : Manajemen, S1
Fakultas : Ekonomi
UNIVERSTITAS NEGERI SEMARANG

1. Diskripsi Usulan Bisnis

Bisnis yang saya rencanakan ini sangat cocok dalam kehidupan sekarang karena saat ini tekhnologi semakin berkembang dan maju. Makin berkembang dan majunya tekhnologi khususnya di bidang komunikasi mendorong saya untuk mendirikan bsinis yang bergerak di bidang computer dan celuller. Di bidang computer saya akan menyediakan jasa jual-beli computer, rental computer (pengetikan, print, scanner, cetak foto), service computer, internet, game online, accessories computer dan perakitan computer. Sedangkan di bidang celuller saya akan melayani jual-beli handphone, isi pulsa, isi lagu, kredit handphone, accessories handphone, service handphone serta jual beli perdana dan voucher. Selain itu saya juga melayani gadai barang-barang elektronik.

Bisnis ini sangat menguntungkan mengingat masih sedikit orang yang berani membuka bisnis yang melayani kredit handphone dan gadai barang-barang elektronik. Sedangkan banyak masyarakat yang membutuhkan handphone sebagai alat komunikasi, akan tetapi tidak mampu membelinya. Masyarakat juga dapat menggadaikan barang-barang elektroniknya seandainya mereka membutuhkan uang. Bisnis ini juga dapat membuka lapangan pekerjaan karena bisnis membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit.

2. Perkiraan Atas Lingkungan Bisnis

a. Lingkungan Ekonomi

Kondisi ekonomi Negara saat ini mempengaruhi penjualan produk bisnis yang saya jalankan. Naiknya harga kebutuhan pokok dan harga BBM yang masih naik turun dan tidak stabil mengakibatkan penjualan semakin menurun karena pihak yang akan membeli jasa dan produk dari bisnis saya harus berfikir ulang dan lebih memprioritaskan kebutuhan pokok. Akan tetapi saya tidak akan menyerah dan akan tetap memberikan penawaran akan pentingnya komunikasi dan tekhnologi dalam kehidupan sekarang ini, sehingga penjualan akan kembali berjalan dengan lancar.

b. Lingkungan Industri

Persaingan dalam bisnis computer dan celuller ini memang cukup sulit mengingatbanyaknya rental dan celuller yang didirikan. Akan tetapi mengingat bisnis saya yang tidak hanya berpatok pada rental dan celuller saja maka bisnis saya tetap dapat berjalan dengan lancer. Meskipun begitu, saya akan tetap melakuakn berbagai usaha agar pihak-pihak yang membutuhkan jasa di bidang computer dan celuller membeli jasa danbarang dari bisnis yang saya jalankan

c. Lingkungan Global

Untuk meningkatkan bisnis computer dan celuller ini, saya akan melakukan inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan usaha saya. Dengan jalan memesan software program computer yang terbaru melalui internet agar usaha saya dapat lebih maju.

3. Rencana Manajemen

a. Struktur Organisasi

Struktur organisasi dari bisnis yangs aya rencanakan ini masih sederhana karena bisnis ini termasuk usaha perseorangan. Bagan organisasinya adalah sebagai berikut ini.

b. Proses Produksi

Saya memilih daerah Blora sebagai tempat bisnis saya karena di daerah ini belum banyak yang menjalankan bisnis seperti yang saya tawarkan. Bisnis ini akan memproduksi jasa di bidang computer dan celuller. Fasilitas yang diperlukan untuk melayani jasa computer dan celuller ini adalah

a. Computer yang terdiri dari :

· tiga unit untuk keperluan rental

· sembilan unit untuk keperluan internet dan game online

· satu unit untuk celuller

b. Handphone

c. Printer untuk menunjang rental computer dan cetak foto

d. Kertas berbagai ukuran serta kertas foto yang digunakan untuk mendukung rental computer dan cetak foto

e. Earphone utnuk keperluan rental, internet dan celuller

f. Scanner

g. Etalase yang terdiri dari

· Satu etalase untuk computer yang akan digunakan untuk meletakkan accessories computer dan segala yang behubungan dengan computer.

· Tiga etalase yang akan digunakan untuk meletakkan handphone baru dan second, perdana dan voucher fisik serta accessories handphone.

c. Pengelolaan Karyawan (MSDM)

Karena bisnis yang saya jalankan bentuk kepemilikan bisnisnya adalah usaha perseorangan maka saya tidak terlalu membutuhkan karyawan yang terlalu banyak.

· Ahli Computer : 1 orang

· Teknisi Handphone : 1 orang

· Crew untuk counter : 2 orang

· Crew untuk computer : 3 orang

1. Cara Perekrutan

Saya akan merekrut tenaga kerja yang berpengalaman yang masing-masing akan saya seleksi sendiri dengan lebih memprioritaskan pengambilan tenaga kerja dari daerah saya. Hal ini saya lakukan karena banyak penduduk daerah Blora yang memiliki kemampuan dan skill tapi belum mendapatkan pekerjaan. Kemudian tenaga kerja itu akan saya bagi menjadi tenaga ahli computer, teknisi handphone, dan crew yang akan melayani pelanggan saya.

2. Cara Penyeleksian

Setelah calon karyawan telah direkrut saya akan menyeleksi lagi dengan meminta mereka untuk melayani pelanggan langsung. Kemudian disitu saya akan mencermati cara kerja mereka dan saya akan memilih karyawan yang cara pelayanan serta penguasaan mereka terhadap handphone dan computer yang paling bagus. Dengan begitu saya akan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan.

3. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Pelatihan dan pengembangan karyawan akan saya lakukan agar kinerja mereka semakin baik dan berkembang. Dengan semakin berkembangnya kinerja mereka otomatis pelanggan akan puas dan keuntungan yang akan saya dapatkan pun lebih banyak

4. Rencana Kompensasi Karyawan

Memberikan perlakuan yang sama kepada semua karyawan agar tidak menimbulkan kecemburuan social, mendengarkan keluhan karyawan, serta memberikan gaji pada waktunya dan juga memeberikan THR maupun tunjangan lain dari keuntungan yang diperoleh dan memberikan bonus sesuai dengan prestasi karyawan. Saya juga akan memotivasi karyawan saya. Dengan perlakuan yang baik dan pemberian motivasi pada karyawan maka karyawan akan merasa nyaman dan senang. Sehingga dengan sendirinya mereka akan meningkatkan kinerja kerja mereka menjadi lebih baik lagi.

4. Rencana Pemasaaran

a. Target Pasar

Pelanggan yang menjadi target dari bisnis ini adalah para pelajar, mahasiswa dan orangtua yang membutuhkan barang dan jasa dari bisnis yang kami tawarkan. Akan tetapi saya juga tidak menutup kemungkinan untuk berbagai kalangan yang membutuhkan jasa dari bisnis kami.

b. Karakteristik Produk

Bisnis yang akan saya tawarkan ini sangat menguntungkan mengingat masih sedikit pesaing yang berani menawarkan jasa seperti bisnis saya. Yang membedakan bisnis saya dengan yang pesaing yang lain adalah

1. Adanya gadai alat-alat elektronik

Dengan adanya gadai alat-alat elektronik pelanggan akan lebih mudah menukarkan alat-alat elektronik mereka dalam jangka waktu sementara untuk ditukarkan dengan sejumlah uang. Alat-alat elektronik yang biasanya digadaikan oleh pelanggan adalah kamera digital, handphone, handycame, mp3, mp4, dll. Dengan syarat alat-alat elektronik tersebut ditukar dengan uang maksimal separuh harga dari alat-alat elektronik yang akan digadaikan serta harus membayar bunga dan pinjaman uang ketika akan mengambil alat-alat elektronik yang digadaikan. Bila telah jatuh tempo sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati namun alat elektronik yang telah digadaikan belum diambil dan pelanggan tidak memperpanjang waktu peminjaman uang maka alat elektronik yang telah digadaikan akan menjadi milik saya.

2. Adanya kredit handphone

Saya melayani kredit handphone dengan persyaratan fotokopi Kartu Tanda Penduduk suami-istri, fotokopi Kartu Keluarga, menyerahkan BPKB motor asli, materai senilai Rp 6.000,00 dan mengisi formulir permintaan kredit handphone yang sudah saya sediakan. Adapun handphone yang dapat dikredit adalah handphone yang baru mengingat kualitasnya masih terjamin karena masih di dalam segel. Namun saya juga tidak menutup kemungkinan untuk mengkreditkan handphone second/bekas, akan tetapi bila ada kerusakan dan kualitasnya tidak bagus bukan menjadi tanggungjawab kami sepenuhnya. Pembayaran kredit dilakukan maksimal 5 bulan.

c. Penentuan Harga

Harga akan saya tentukan dengan melihat permintaan pasar dan dari harga pesaing bisnis saya. Selain itu saya juga memperhatikan harga yang ditawarkan oleh distributor barang dan jasa dari bisnis yang kami tawarkan. Kemudian akan saya padukan sehingga akan ditemukan harga yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan saya akan tetap mendapat keuntungan.

d. Distribusi

Distribusi yang saya lakukan adalah secara langsung dimana pelanggan mengambil sendiri barang dan jasa dari bisnis yang kami tawarkan. Sehingga pelanggan dapat langsung mengetahui kualitas dan mutu dari produk yang saya tawarkan. Hal ini dimasudkan untuk menghindari kekecewaan pelanggan terhadap produk kami.

e. Promosi

Media promosi yang saya gunakan adalah media cetak, reklame yang dipasang di tempat umum, selebaran dan brosur serta omongan dari mulut ke mulut. Dengan media cetak informasi mengenai bisnis yang saya jalankan akan cepat samapi pada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui dan dapat membeli barang dan jasa yang saya tawarkan.

5. Rencana Keuangan

a. Bagaimana Bisnis didanai

Dana dalam menjalankan bisnis ini adalah modal pribadi dari pemilik dan juga pinjaman dari pihak lain apabila belum mencukupi. Sehingga akan mendapatkan cukup dana yang akan digunakan untuk modal usaha.

b. Kelayakan Bisnis

Bisnis ini sangat layak karena sangat menguntungkan meskipun modal yang dibutuhkan cukup besar. Akan tetapi keuntungan yang didapatkan juga lebih banyak dibandingkan dengan bisnis-bisnis yang lain. Hal ini disebabkan oleh perkembangan zaman yang menuntut masyarakat untuk dapat menguasai tekhnologi seperti computer dan mempunyai gadget untuk mempermudah komunikasi. Dengan begitu pendapatan yang masuk pun lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkan.

c. Perkiraan Keuntungan dan Biaya

Jumlah dana yang dibutuhkan ± Rp. 88.600.000,-

Cara mendapatkan modal :

1. Modal Sendiri Rp. 60.000.000,-

2. Modal Pinjaman Rp. 40.000.000,-

Dari modal yang diperoleh akan digunakan untuk

Biaya yang dikeluarkan selama 1 tahun

No

Keperluan

Biaya

1.

2.

3.

4.

Sewa Tempat

Peralatan

Gaji Karyawan

Perlengkapan

Rp 5.000.000,-

Rp 10.000.000,-

Rp 33.600.000,-
Rp 40.000.000,-

Total

Rp 88.600.000,-

Pendapatan yang diperkirakan selama satu tahun

Penjualan jasa dan barang :

1. Rental Rp 2.400.000,-

2. Internet dan Game online Rp 8.400.000,-

3. Isi Pulsa Rp 42.000.000,-

4. Isi Lagu Rp 840.000,-

5. Kredit Handphone Rp 18.000.000,-

6. Jual beli handphone Rp 36.000.000,-

7. lain-lain Rp 30.000.000,-

+

Rp 117.640.000,-

Keuntungan yang didapat :

Pendapatan Rp 137.640.000,-

Pengeluaran Rp 88.600.000,-

-

Laba Rp 49.040.000,-

Pendapatan tiap bulan :

Rp 49.040.000

= Rp 4.086.666,-

12

Peran Pemuda dalam 20 Tahunan Siklus Nasionalisme Indonesia (Refleksi 75 tahun Soempah Pemoeda, 1928-2003)

oleh: Nia Atmadianing Meigawati

Ringkasan

Peran nyata para pemuda dan mahasiswa dalam 5 gelombang nasionalisme di Indonesia, yang berulang hampir 20 tahun sekali、dapat kita lihat dari perjalanan sejarah nasional; sejak kebangkitan nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, kemerdekaan 1945, bangkitnya orde baru 1966, dan bangkitnya orde reformasi 1998. Kapan dan apa visi & misi pemuda di kebangkitan nasional ke-6 yang akan datang?

Pendahuluan

Generasi muda adalah penentu perjalanan bangsa di masa berikutnya. Mahasiswa sebagai inti dari generasi muda, mempunyai kelebihan dalam pemikiran ilmiah, selain semangat mudanya, sifat kritisnya, kematangan logikanya dan ‘kebersihan’-nya dari noda orde masanya. Mahasiswa adalah motor penggerak utama perubahan. Mahasiswa diakui perannya sebagai kekuatan pendobrak kebekuan dan kejumudan masyarakat.

Dalam makalah ini, penulis akan memaparkan peran nyata para pemuda/mahasiswa dalam 5 gelombang nasionalisme di Indonesia, yang berulang hampir 20 tahun sekali.

Widodo Dwi Putro, peneliti LP3ES Jakarta, mengupas tentang nasionalisme di rublik opini Kompas, Rabu 11 Juni 2003 dengan baik, lewat tulisan berjudul “Nasionalisme Gelombang Keempat”. Widodo mendefinisikan nasionalisme sebagai sikap dan tingkah laku individu atau masyarakat yang merujuk pada loyalitas dan pengabdian terhadap bangsa dan negaranya.

Namun, secara empiris, nasionalisme tidak sesederhana definisi itu, lanjut Widodo. Nasionalisme tidak seperti bangunan statis, tetapi selalu dialektis dan interpretatif, sebab nasionalisme bukan pembawaan manusia sejak lahir, melainkan sebagai hasil peradaban manusia dalam menjawab tantangan hidupnya. Terbukti dalam sejarah Indonesia, kebangkitan rasa nasionalisme didaur ulang kembali oleh para mahasiswa dan pemuda, karena mereka merasa ada yang menyimpang dari perjalanan nasionalisme bangsanya.

Nasionalisme Gelombang Pertama: Kebangkitan Nasional 1908

Berdasarkan sejarah, gerakan kebangkitan nasionalisme Indonesia diawali oleh Boedi Oetomo di tahun 1908, dengan dimotori oleh para mahasiswa kedokteran Stovia, sekolahan anak para priyayi Jawa, di sekolah yang disediakan Belanda di Djakarta.

Tahun dan nama organisasi sebagai tonggak kebangkitan nasional Indonesia, masih menjadi obyek perdebatan para ahli sejarah, karena Boedi Oetomo, tidaklah menasional organisasinya, tetapi hanya melingkupi Jawa saja. Jadi patut dipertanyakan sebagai tonggak kebangkitan nasional Indonesia.

Para mahasiswa kedokteran di Stovia, merasa muak dengan para penjajah, --walaupun mereka sekolah di sekolah penjajah—dengan membuat organisasi yang memberi pelayanan kesehatan kepada rakyat yang menderita.

Nasionalisme Gelombang Kedua: Soempah Pemoeda 1928

Setetah Perang Dunia I, filsafat nasionalisme abad pertengahan, mulai merambat ke negara-negara jajahan melalui para mahasiswa negara jajahan yang belajar ke negara penjajah. Filsafat nasionalisme itu banyak mempengaruhi kalangan terpelajar Indonesia, misalnya, Soepomo ketika merumuskan konsep negara integralistik banyak menyerap pikiran Hegel. Bahkan, Soepomo terang-terangan mengutip beberapa pemikiran Hegel tentang prinsip persatuan antara pimpinan dan rakyat dan persatuan dalam negara seluruhnya. Demikian pula, pada masa ini banyak diciptakan lagu-lagu kebangsaan yang sarat dengan muatan semangat nasionalisme seperti Indonesia Raya, Dari Sabang Sampai Merauke, Padamu Negeri, dan sebagainya.

Selain Soepomo, Hatta, Sutan Syahrir pun sudah aktif berdiskusi tentang masa depan negaranya, ketika mereka masih belajar di benua Eropa, atas beasiswa politic-etis balas budi-nya penjajah Belanda. Mereka inilah di masa pra & pascakemerdekaan yang nantinya banyak aktif berkiprah menentukan arah biduk kapal Indonesia.

Di dalam negeri sendiri, Soekarno sejak remaja, masa mahasiswanya bahkan setelah lulus kuliahnya, terus aktif menyuarakan tuntutan kemerdekaan bagi negerinya, lewat organisasi-organisasi yang tumbuh di awal abad 20. Soekarno menjadi penghuni langganan penginapan gratis di penjara Sukamiskin dan penjara-penjara yang lainnya.

20 tahun setelah kebangkitan nasional, kesadaran untuk menyatukan negara, bangsa dan bahasa ke dalam 1 negara, bangsa dan bahasa Indonesia, telah disadari oleh para pemoeda yang sudah mulai terkotak-kotak dengan organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Celebes, Jong Sumatera dan sebagainya, kemudian diwujudkan secara nyata dengan menggelorakan Sumpah Pemoeda di tahun 1928.

Nasionalisme Gelombang Ketiga: Kemerdekaan 1945

Pada nasionalisme gelombang ketiga ini, peran nyata para pemoeda yang menyandra Soekarno-Hatta ke Rengas-Dengklok agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, dapat kita baca dari buku-buku sejarah. Kurang dari 20 tahun (hanya 17 tahun), sejak Soempah Pemoeda dikumandangkan.

Cita-cita mengisi kemerdekaan yang sudah banyak didiskusikan oleh Soekarno, Hatta, Soepomo, Syahrir, dll sejak mereka masih berstatus mahasiswa, harus mengalami pembelokan implementasi di lapangan, karena Soekarno yang semakin otoriter dan keras kepala dengan cita-cita dan cara yang diyakininya.

Akhirnya Soekarno banyak ditinggalkan oleh para koleganya yang masih memegang idealismenya, dan mencapai puncaknya ketika Hatta, sebagai salah seorang proklamator, harus mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden, karena tidak kuat menahan diri untuk terus menyetujui sikap dan tindakan sang Presiden yang semakin otoriter dan semau gue.

Nasionalisme Gelombang Keempat: Lahirnya Orde Baru 1966

Tepat 20 tahun setelah kemerdekaan, terjadi huru-hara pemberontakan G30S/PKI dan eksesnya. Tanpa peran besar mahasiswa dan organisasi pemuda serta organisasi sosial kemasyarakatan di tahun 1966, Soeharto dan para tentara tidak mungkin bisa ‘merebut’ kekuasaan dari penguasa orde-lama Soekarno.

Tetapi sayang, penguasa Orde Baru mendepak para pemuda dan mahasiswa yang telah menjadi motor utama pendorong mobil RI yang mogok, sekaligus penggantian sopir dari Soekarno ke Soerharto. Bahkan sejak akhir tahun 1970-an para mahasiswa dibatasi geraknya dalam berpolitik dan dikungkung ke dalam ruang-ruang kuliah di kampus lewat NKK/BKK. Sebaliknya para tentara diguritakan ke dalam tatatan masyarakat sipil lewat dwifungsi ABRI.

Nasionalisme Gelombang Kelima: Lahirnya Orde Reformasi 1998

Bangunan rumah “Negara RI” dapat dijaga ketat dengan laras senapan ABRI lebih dari 20 tahun, yaitu hingga mencapai 1,5 kali lipatnya menjadi 32 tahun. Tetapi akhirnya goyah, walaupun bukan oleh gugatan para pemuda dan mahasiswa, tetapi oleh krisis moneter, yang menyingkap kain penutup “bangunan” negara RI, sehingga menampakkan pilar-pilar penyangganya yang sudah demikian kropos, digerogoti oleh rayap-rayap yang menjadi begitu gemuk dan makmur lewat jejaring KKN.

Gelombang krismon yang melanda Asia Tenggara, dimanfaatkan dengan baik oleh para mahasiswa dan pemuda, yang sudah termarjinalkan lewat laras ABRI, begitu muak melihat kenyataan bangunan RI.

Para pemuda berhasil menjatuhkan Soeharto dari kursinya. Tetapi sayang, para penggantinya tak dapat menyatukan seluruh kekuatan bangsa. Bahkan para pengganti Soeharto cenderung lebih parah dalam menggerogoti pilar-pilar bangunan yang masih tersisa.

Nasionalisme Gelombang Keenam: 2008? Atau 2018?

Siklus gelombang nasionalisme 20 tahunan di Indonesia, di jaman orde baru dapat dihambat dengan kekuatan militer. Di orde reformasi sekarang ini, para pemuda dan mahasiwa perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam membangkitkan kembali nasionalisme gelombang keenam! Pemilu 2004 belum banyak harapan perubahan, karena pengikut orba masih lebih banyak dan lebih mendominasi dari pada pendukung reformasi.

Nasionalisme yang perlu diwujudkan di gelombang keenam nasionalisme, adalah bukan nasionalisme di gelombang-gelombang sebelumnya. Kita harus memilih nasionalisme yang humanis dan dapat menjadi rekan sejawat demokrasi. Tentu saja dalam konteks ini gagasan nasionalisme gelombang keenam ini tidak dapat dibebankan pada pundak pejabat negara, perwira militer, atau kalangan intelektual saja, tetapi juga perlu mendengar dan merekam suara masyarakat akar rumput yang selama ini tidak tersuarakan.

Penutup

Dalam setiap “revolusi” nasionalisme, peran pemuda dan mahasiswa tak pernah absen. Tetapi selama ini peran mereka hanya sebatas ‘menurunkan dan mengganti sopir’, kemudian mendorong mobil Indonesia hingga bisa jalan lagi, saat sopir baru perlu adaptasi mengemudi, karena sering tak pernah berpengalaman nyopir negara.

Setelah mobil jalan, mereka ketinggalan dalam cucuran keringat, kehabisan tenaga bercampur dengan asap knalpot mobil yang sudah melesat jauh meninggalkannya.

Para mahasiswa dan pelajar Indonesia di luar negeri, mungkin tidak bisa ikut aktif langsung seperti teman-temannya di tanah air, dalam usaha menekan ‘sopir mobil Indonesia’ yang terkesan gamang dan tak becus, sekarang ini. Tetapi bila mereka dapat belajar serius dan dapat memperoleh keahlian yang profesional, mereka-lah yang akan mengisi kursi-kursi kekuasaan yang terpaksa atau dipaksa ditinggalkan oleh generasi sebelumnya, untuk mewujudkan nasionalisme gelombang keenam.

Mau tidak mau pergantian pemegang tongkat estafet generasi pasti terjadi. Dan hanya mereka yang berpengalaman profesional saja-lah yang akan dapat membangun kembali bangunan rumah Indonesia menjadi lebih baik,melindungi dan menyejahterakan seluruh penghuninya, menuju masyarakat adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin, sebagai perwujudan nasionalisme gelombang keenam!

Kita tunggu kiprah dan peran serta para pemuda dan mahasiswa Indonesia, nasionalisme Indonesia di gelombang keenam yang akan datang. Kita pilih 2008 atau 2018?

*) A. Fanar Syukri, M.Sc; Karyasiswa KIM-LIPI di program doktor di Socio-Infomatics Research Laboratory, Graduate School of Information Science, the University of Electo-Communications, Tokyo Japan. Sedang mengedit buku berjudul “Mahasiswa dan Perannya – sebuah Refleksi” kumpulan artikel 50 tahun PPI Jepang.

Manyak yang bersama Ketua DPD PAN Medan, Ahmad Arif, SE, MM menjadi Caleg PAN Dapil Medan I dalam Pemilu 2009 ini menjelaskan, pentingnya peran generasi muda karena selain sumber daya alam, kekuatan suatu bangsa itu sebenarnya juga terletak kekuatan sumber daya manusia (SDM) generasi muda bangsa tersebut.

“Karena tanpa adanya SDM generasi muda muda, maka akan sia-sia saja kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia. Terbukti, sudah 63 tahun merdeka, kondisi masyarakat tetap memprihatinkan padahal sumber daya alam Indonesia berlimpah,” kata mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut.

Menurut Manyak, saat ini generasi muda bisa lega tidak mengalami penjajahan karena keberhasilan para pejuang merebut kemerdakaan dari penjajah. “Namun, euforia itu jangan sampai membuat kita lengah karena sesungguhnya masih ada fase panjang yang tidak kalah sulitnya kita lalui yakni mempertahankan dan mengisi kemerdekaan,” kata pengusaha Sumut yang sudah hampir lima tahun menggeluti bidang rangka baja ringan dan property tersebut.

Mahasiswa Universitas Lampung (unila) dan Perguruan Tinggi Teknokra juga turut memeriahkan peringatan kemerdekaan RI dengan menggelar beberapa pertandingan kreatif.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) AMIK Teknokrat Parjito mengatakan perlombaan diikuti sekitar seratus peserta dari dosen, mahasiswa, dan karyawan Teknokrat. Lomba yang diadakan adalah sepak bola terong, pecah balon, makan pisang, voli terpal, joget bola, mangambil koin, lempar bola, dan futsal memakai sarung.

Sementara peringatan kemerdekaan di Unila dimeriahkan dengan 15 macam perlombaan, lomba merias wajah, kasti estafet, orasi, makan kerupuk, balap karung, memasukkan belut ke botol, paku tim, giring tampah, joget balon, bakiak, gigit koin, futsal, dan karaoke.

Perlombaan di Unila diikuti oleh beberapa Unit kegiatan Mahasiswa Universitas. Lomba dilangsungkan Jumat hingga Minggu (15--17 Agustus). UKM yang mengikuti lomba adalah UKM Menwa, UKM Filateli, UKM Pramuka, UKM Mapala, UKM Kopma, UKM Bidang Seni, UKM Rakanila, UKM Tapak Suci, UKM Taekwondo, UKM Zoom, UKM KSR, UKM Paduan Suara Mahasiswa, dan UKPM Teknokra. Mahasiswa Universitas Lampung (unila) dan Perguruan Tinggi Teknokra juga turut memeriahkan peringatan kemerdekaan RI dengan menggelar beberapa pertandingan kreatif.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) AMIK Teknokrat Parjito mengatakan perlombaan diikuti sekitar seratus peserta dari dosen, mahasiswa, dan karyawan Teknokrat. Lomba yang diadakan adalah sepak bola terong, pecah balon, makan pisang, voli terpal, joget bola, mangambil koin, lempar bola, dan futsal memakai sarung.

Sementara peringatan kemerdekaan di Unila dimeriahkan dengan 15 macam perlombaan, lomba merias wajah, kasti estafet, orasi, makan kerupuk, balap karung, memasukkan belut ke botol, paku tim, giring tampah, joget balon, bakiak, gigit koin, futsal, dan karaoke.

Perlombaan di Unila diikuti oleh beberapa Unit kegiatan Mahasiswa Universitas. Lomba dilangsungkan Jumat hingga Minggu (15--17 Agustus). UKM yang mengikuti lomba adalah UKM Menwa, UKM Filateli, UKM Pramuka, UKM Mapala, UKM Kopma, UKM Bidang Seni, UKM Rakanila, UKM Tapak Suci, UKM Taekwondo, UKM Zoom, UKM KSR, UKM Paduan Suara Mahasiswa, dan UKPM Teknokra.

Peran Lembaga Kemahasiswaan dalam Pengembangan Akademik

Dalam pengembangan akademik, Lembaga Kemahasiswaan mempunyai peran yang sangat signifikan dalam mengontrol pelaksanaan PBM baik dalam Fakultas maupun Universitas. Hal ini di perjelas dalam KUKM pasal 6 terkhususnya mengenai peran Lembaga Kemahasiswaan dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa. Akibat hal tersebut diatas, UKSW memberi tempat kepada pimpinan mahasiswa untuk menjadi Senator Fakultas maupun Universitas. Namun akibat kurangnya pemahaman akan tugas dan fungsi Lembaga Kemahasiswaan, maka para pimpinan LK tidak memainkan fungsi dan perannya dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa. Terutama untuk tingkat Fakultas, Lembaga Kemahasiswaan lebih berorientasi pada program maupun kegiatannya dalam menyalurkan aspirasi mahasiswa. Oleh karena itu, BPMU memberikan perhatian pada akademik dalam bentuk langkah-langkah melalui5 : (1). Penataan metode pengontrolan dan metode evaluasi yang efektif dalam bidang akademik. (2). Peningkatan peran Lembaga Kemahasiswaan sebagai wadah tempat mahasiswa melakukan pembelaan dalam bidang akademik (3). LK harus melakukan kajian-kajian yang bersifat memperkaya mutu akademik. (4). Peninjauan ulang metode-metode pperekrutan dosen di masing-masing Falkutas. (5). Memberikan perhatian terhadap Ektra Kurikuler Wajib Lembaga Kemahasiswaan (EKW-LK) dalam rangka membantu mahasiswa untuk mengembangkan kepribadiannya.

Berdasarkan al tersebut diatas, Lembaga Kemahasiswaan arus kembali menyadari akan fungsi dan perannya dalam mengembangkan akademik di lingkungan Fakultas maupun Universitas.

Kilas balik Lembaga Kemahasiswaan

Lembaga Kemahasiswaan di dirikan sebagai wadah tempat mahasiswa mengaktualisasikan dirinya dan sebagai wadah untuk membina persekutuan dan membangun persekutuan tingkat tinggi. Oleh karena itu, Lembaga Kemahasiswaan pada awal di dirikan sudah diberikan porsi yang sangat besar dalam mengembangkan kepribadian mahasiswa. Lembaga Kemahasiswaan merupakan bagian yang Tipikal (sangat penting), yang mempunyai tujuan membantu Universitas pencapaian visi dan misi Universitas. Oleh karena itu, tujuan Lembaga Kemahasiswaan adalah6 : (1). Menjadi wahana bagi mahasiswa untuk berperan dalam mewujudkan tujuan perguruan tinggi pada umumnya dan UKSW pada khususnya. (2). Menjadi wahana untuk membina persekutuan dan persaudaraan untuk kesejahteraan mahasiswa. (3). Menjkadi wahana untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin yang kritis-analitis-objektif, kreatif-inovatif, adaptif, dinamis, dedikatif dan trampil, yang religius. (4). Menjadi saluran bicara mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi yang konsruktif dan bertanggungjawab, yang hidup dalam kalangan mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut diatas, Lembaga Kemahasiswaan sebagai sarana tempat mahasiswa mengaktualisasikan dirinya, mempunyai peran yang sangat besar dalam memperjuagkan aspirasi mahasiswa.

Konteks Lembaga kemahasiswaan pada saat ini, banyak mengalami pergeseran dan bermunculan suara-suara yang menginginkan agar Lembaga Kemahasiswaan melihat ulang formatnya. Hal ini disadari lembaga Kemahasiswaan tidak sesuai lagi dengan konteks kekinian dan sudah tidak mampu menjaring aspirasi mahasiswa. Oleh karena itu menurut hemat kami ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melihat format lembaga Kemahasiswaan saat ini, yang saya kategorikan dalam tiga bahagian yaitu :

1. Organisasi, dari sisi organisasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : (1). Lemahnya pemahaman Fungsionaris maupun anggota Lembaga Kemahasiswaan terhadap aturan-aturan organisasi. (2). Aturan-aturan Lembaga Kemahasiswaan seperti SPPM dan KUKM sebagai norma norma yang mengatur Lembaga Kemahasiswaan terdapat banyak kelemahan di dalamnya. (3). Sesuai dengan angin reformasi yang terus berkembang, Lembaga Kemahasiswaan kurnang menjawab tuntutan reformasi, misalnya pemilihan ketua SMU secara langsung, dan lain sebagainya. (4). Pada saat ini, Lembaga Kemahasiswaan cendrung berorientasi pada melaksanakan progran maupun kegiatan, dari pada melakukan fungsi/tugas-tugas lain yang seharusnya juga meupakan tugas Lembaga Kemahasiswaan. (5). Periode yang tidak simultan juga turut mempengaruhi kinerja Lembaga Kemahasiswaan. (6). Universitas dan Fakultas kurang memberikan dukungan kepada Lembaga Kemahasiswaan dalam melaksanakan program maupun kegiatannya.

2. Program, (1). Akibat minim pemahaman Fungsionaris akan aturan-aturan, Lembaga Kemahasiswan aras fakultas lebih berorientasi pada pencapaian kompetensi umanistik Skill dari pada Profesional skill. (2). Lembaga kemahassiwaan pada saat ini sangat lemah dalam hal kreafititas penyediaan program, sehingga cendrung mengikuti atau mengulang program–program terdahulu. (3). Lembaga Kemahasiswaan tidak mempunyai tolok yang jelas dalam menilai keberhasilan sebuah program maupun kegiatan. (4). Program Lembaga kemahasiswaan cenderung tidak simultan dengan program Universitas maupun Fakultas.

3. Anggaran, ada dua hal yang harus diperhatikan dalam meliat konteks anggaran yang ada didalam Lembaga Kemahasiswaan yaitu : (1). Minimnya anggaran Lembaga Kemahsiswaan. (2). Lembaga Kemahasiswaan Belum independen dalam mengelola anggarannya.

4. Advokasi, salah satu tugas Lembaga kemahassiwaan dalam melayani mahasiswa adalah melakukan pembelaan terhadap mahasiswa dalam bidang akademik maupun non akademik. Namun tugas pembelaan tersebut kurang optimal oleh lembaga kemahasiswaan. Paling tidak ada tiga hal menurut hemat kami yang menjadi persoalan dalam lembaga Kemahasiswaan yaitu : (1). Lembaga Kemahasiswaan kurang memahami peran pembelaan yang harus dilaksanakan.(2). Mahasiswa kurang mengoptimalkan Lembaga Kemahasiswaan. (3). Fakultas maupun Universitas tidak memaami peran dan fungsi Lembaga kemahasiswaan dalam melakukan advokasi bagi mahasiswa.

Dalam melihat permasalahan dan konteks Lembaga Kemahassiwaan saat ini, tidak hanya ke-4 hal diatas yang menjadi persoalan yang dihadapi Lembaga Kemahasiswaan. Masih banyak persoalan-persoalan yang rtidak mampu dijawab oleh Lembaga Kemahasiswaan saat ini. Lembaga Kemahasiswaan pada saat ini, diperhadapkan pada Persoalan-perosalan lain seperti : Krisis kepercayaan oleh mahasisswa terhadap Lembaga Kemahasiswaan, model struktur yang yang tidak akomodatif, misalnya kedudukan dan fungsi BPMF yang berada di aras Fakultas

Prospek Lembaga Kemahasiswaan ke Depan

Lembaga Kemahasiswaan sebagai wada tempat mahasiswa mengembangkan kepribadian dan tempat membina persekutuan dikalangan mahasiswa, sebenarnya mempunyai peran dan fungsi yang sangt strategis dalam pengembangan sebuah Universitas maupun perguruan tinggi. Lembaga kemahasiswaan pada saat ini, merupakan salah satu penentu mutu sebuah perguruan tinggi. Indicator dalam mengukur keberhasilan kegiatan mahasiswa adalah sejauhmana Lembaga Kemahasiswaan mampu mengembangkan program maupun kegiatan yang sesuai dengan aspirasi mahasiswa dan konteks kekinian mahasiswa.ada beberapa al yang perlu diperhatikan dalam melihat prospek Lembaga Kemahasiswaan ke depan yaitu ;

1. Otonomi perguruan tinggi melalui PP No. 60, mengenai penyelenggaraan perguruan tinggi.

2. Akreditasi Nasional. Dimana memberikan point penilaian sebesar 5% kepada kegiatan kemahasiswaan (hal ini menduduki posisi nomor dua setelah tenaga kerja dosen).

3. keinginan masyarakat agar mahassiwa berperan sebagai saluran bicara mahassiwa yang kritis dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu peranan Lembaga Kemahassiwaan tidak hanya berperan untuk dirinya sendiri, tetapi peranan dan kehadirannya juga untuk masyarakat sekitarnya.

4. Terkhususnya untuk Lembaga Kemahassiwaan UKSW sebagai bagian dari UKSW, mempunyai peranan dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi kebijakan UKSW. Ole karena itu, kontrol terhadap pihak Universitas dan yayasan sangat dibutuhkan dalam mengembangkan dan menjamin mutu berkelanjutan yang ada di Universitas ini.



Kamis, 19 Maret 2009

Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen

oleh:
Nia Atmadianing Meigawati

Fakultas Ekonomi
Jurusan Manajemen

1. Pendahuluan
Seperti diketahui ilmu manajemen berkembang terus hingga saat ini. Ilmu
manajemen memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan ataupun tata
cara penting dalam rneneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang
berkaitan dengan manajer.

Oleh karena itu masalah ini berisikan uraian tentang perkembangan (evolusi), teorii
manajemen dari masa ke masa. Selain memberikan gambaran bagaimana aliran
pikiran masa lalu diharapkan tulisan ini dapat memberikan sumbangan terhadap
ruang lingkup dan perkembangan ilmu manajemen.

Tulisan ini juga membahas tentang terjadinya perkembangan (evolusi) ilmu
manajemen. Dimana dalam ilmu manajemen dikemukakan ada beberapa aliran
sebagai dasar pemikiran yang dibagi berdasarkan aliran klasik, aliran hubungan
manusiawi dan manajemen modern yang merupakan cikal bakal teori manajemen
yang berkembang terus dengan berbagai aliran lainnya.

Adapun aliran pemikiran klasik dikenal dengan pendekatan proses dan produksi
sedangkan aliran hubungan manusiawi lebih melihat dari sisi bagaimana sumber
daya manusia yang berada dalam organisasi.

Seseorang manajer hendaklah mempelajari dan memahami secara keseluruhan
tentang perkembangan (evolusi) manajemen yang telah rnenghasilkan teori-teori
manajemen yang muncul dari berbagai aliran, sehingga manajer dapat
menggunakan teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu.

Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi bagaimanapun
kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat keputusan yang baik.

II. Perkembangan Ilmu Manajemen
Pada perkembangan peradaban rnanusia, ilmu terbagi dalam tiga kelompok besar,
yaitu :
1. Ilmu yang mempelajari setia/seluruh gejala, bentuk dan eksistensinya yang erat
hubungannya dengan alam beserta isinya dan secara universal mempunyai sifat
yang pasti dan sarna serta tidak dipisahkan oleh ruang dan waktu, disebut ilmu
eksakta, contoh : fisika, kimia dan biologi.
2. IImu yang mempelajari seluruh gejala rnanusia dan eksistensinya dalam
hubungannya pada setiap aspek kehidupan yang terjadi dalam kehidupan
masyarakat dinamakan ilmu sosial/non eksakta, misalnya : ekonomi, politik,
psikologi, sosiologi, hukum, administrasi dan lain-lain.
3. IImu humaniora, kumpulan pengetahuan yang erat hubungannya dengan seni,
misalnya : seni tari, seni lukis, seni sastra, dan seni suara.

IImu manajemen merupakan salah satu disiplin ilmu sosial. Pada tahun 1886
Frederick W. Taylor melakukan suatu percobaan time and motion study dengan
teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas.

©2003 Digitized by USU digital library

Kemudian Taylor menulis buku berjudul The Principle of Scientific Management
(1911) yang merupakan awal dari lahirnya manajemen sebagai ilmu.
Di samping itu ilmu manajemen sebagai ilmu penegtahuan mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut :
1. Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih.
2. Adanya kerjasama dari kelompok terse but.
3. Adanya kegiatan Iproses/usaha
4. Adanya tujuan

Selanjutnya ilmu manajemen merupakan kumpulan disiplin ilmu sosial yang
mempelajari dan melihat manajemen sebagai fenomena dari masyarakat modem.
Dimana fenomena masyarakat modem itu merupakan gejala sosial yang membawa
perubahan terhadap organisasi.

Ada beberapa adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan suatu
organisasi, yaitu :
1. Tekanan pemilik perusahaan
2. Kemajuan teknologi
3. Saingan baru
4. Tuntutan masyarakat
5. Kebijaksanaan pemerintah
6. Pengaruh dunia Internasional

Pada kenyataannya rnanajemen sulit dedifenisikan karena tidak ada defenisi
manajemen yang diterima secara universal. Mary Parker Follet mendefenisikan
manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Defenisi
ini rnengandung arti bahwa para manajer untuk mencapai tujuan organisasi melalui
pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin dilakukan.
Manajemen memang bisa berarti seperti itu, tetapi bisa juga mempunyai pengertian
lebih dari pada itu. Sehingga dalam kenyataannya tidak ada defenisi yang digunakan
secara konsisten oleh semua orang. Stoner mengemukakan
suatu defenisi yang lebih kompleks yaitu sebagai berikut :
"Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber dayasumber
daya organisasi lainnya agar rnencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan".

Dari defenisi di atas terlihat bahwa Stoner telah rnenggunakan kata "proses", bukan
"seni". Mengartikan manajernen sebagai "seni" mengandung arti bahwa hal itu
adalah kemampuan atau ketrampilan pribadi. Sedangkan suatu "proses" adalah cara
sistematis untuk rnelakukan pekerjaan. Manajemen didefenisikan sebagai proses
karena semua manajer tanpa harus rnemperhatikan kecakapan atau ketrampilan
khusus, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dalam
pencapaian tujuan yang diinginkan.

Berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen
merupakan kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan
dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan
pengawasan (controlling).

Sampai sekarang belum ada suatu teori manajernen dapat diterapkan pada semua
situasi. Seorang manajer akan menjumpai banyak pandangan tentang manajemen.

©2003 Digitized by USU digital library

Setiap pandangan mungkin berguna untuk berbagai masalah yang berbeda-beda.
Ada tiga aliran pemikiran manajemen yaitu :
a. Aliran klasik
b. Aliran hubungan manusiawi
c. Aliran manajemen modem

Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manajer menjadi tiga
golongan yang berbeda :
1. Manajer lini pertama
Tingkat paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan menagwasi
tenaga-tenaga operasional disebut manajemen lini (garis) pertama.
2. Manajer menengah
Manajemen menengah dapat meliputi bebrapa tingkatan dalam suatu organisasi.
Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para
manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.
3. Manajer puncak
Klasifikasi manajer training pada suatu organisasi. Manajemen puncak
bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi.

III. Prinsip Teori Manajemen Aliran Klasik
Awal sekali ilmu manajemen timbul akibat terjadinya revolusi industri di Inggris pada
abad 18.

Para pemikir tersebut rnemberikan pematian temadap masalah-masalah manajemen
yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri maupun masyarakat. Para
pemikir itu yang terkenaI antara lain, Robert Owen, Henry Fayol, Frederick W Taylor
dan lainnya.
1. Robert Owen (1771 -1858)
Robert Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek memperkerjakan
anak-anak usia 5 atau 6 tahun dan standar kerja 13 jam per hari. Tersentuh
dengan kondisi kerja yang amat menyedihkan itu, beliau mengajukan adanya
perbaikan temadap kondisi kerja ini.

Pada tahun-tahun awal revolusi industri, ketika para pekerja dianggap
instrumen yang tidak berdaya, Owen melihat rneningkatkan kondisi kerja di
pabrik, rnenaikkan usia minimum kerja bagi anak-anak, mengurangi jam kerja
karyawan, menyediakan makanan bagi karyawan pabrik, mendirikan toko-toko
untuk menjual keperluan hidup karyawan dengan harga yang layak, dan
berusaha memperbaiki lingkungan hidup tempat karyawan tinggal, dengan
membangun rumah-rumah dan membuat jalan, sehingga lingkungan hidup dan
pabrik rnenjadi menarik. Sebab itu, beliau disebut "Bapak Personal
Manajemen Modem". Selain itu, Owen lebih banyak memperhatikan pekerja,
karena menurutnya, investasi yang penting bagi manajer adalah sumber daya
manusia. Selain mengenai perbaikan kondisi kerja, beliau juga rnembuat
prosedur untuk meningkatkan produktivitas, seperti prosedur penilaian kerja
dan bersaing juga secara terbuka.

2. Charles Babbage (1792 -1871)
Charles Babbage adalah seorang guru besar matematika yang tertarik pada
usaha penilaian efisiensi pada operasional suatu pabrik, dengan menerapkan
prinsip-prinsip ilmiah agar terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan
biaya. Beliau pertarna kali mengusulkan adanya pembagian kerja berdasarkan
spesialisasi pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan tertentu, sehingga
pekerjaan dibuat rutin dan lebih mudah dapat dikendalikan dengan alat
kalkulator. Babbage merupakan penemu kalkulator mekanis pada tahun 1822,
yang disebut "rnesin penambah dan pengurang (Difference Machine)", Prinsip©
2003 Digitized by USU digital library
prinsip dasamya digunakan pada mesin-mesin hitung hampir seabad
kemudian. Pada tahun 1833 beliau menyusun sebuah Mesin analitis (Analysical
Machine), yaitu sebuah komputer otomatis dan merupakan dasar komputer
modern, sehingga beliau sering dinamakan Bapak Komputer".
Tulisannya dituangkan dalam bukunya yang beljudul "On the Economy Of
Machinery and Manufactures" (1832). Beliau juga tertarik pada prinsip efisiensi
dalam pembagian tugas dan perkembangan prinsip-prinsip ilmiah, untuk
menentukan seorang manajer harus memakai fasilitas, bahan, dan tenaga
kerja supaya rnendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Disamping itu Babbage
sangat memperhatikan faktor manusia, dia menyarankan sebaiknya ada
semacam sistem pembagian keuntungan antara pekerja dan pemilik pabrik,
sehingga para pekerja memperoleh bagian keuntungan pabrik, apabila mereka
ikut menyumbang dalam peningkatan produktivitas. Beliau menyarankan para
pekerja selayaknya menerirna pembayaran tetap atas dasar sifat pekerjaan
mereka, ditambahkan dengan pembagian keuntungan, dan bonus untuk setiap
saran yang mereka berikan dalam peningkatkan produktivitas.

3. Frederick W. Taylor (1856 -1915)
Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya
meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan
efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya
manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang
menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu,
pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Adapun filsafat Taylor
memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu :
1. Pengembangan manajemen ilmiah secara benar.
2. Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan rnenempatkan pekerjaan yang
cocok untuk satu pekerjaan.
3. Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.
4. Kerjasama yang baik antara manajernen dengan pekerja.

Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya
revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip-prinsip dasar
menurut Taylor mendekati ilmiah adalah :
1. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.
2. Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.
3. Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.
4. Bekerja untuk hasil yang maksimal.
5. Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya,
untuk tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan
perusahaan. Buku-buku Taylor yang terkenal adalah "Shop management
(1930)", Principles Of Scientific Management (1911)", dan "Testimory Before
Special House Comittee (1912)". Dan pada tahun 1947, ketiga buku
tersebut digabungkan dalam 1 (satu) buku dengan judul "Scientific
Management.

4. HenryL Gant (1861 -1919)
Sumbangan Henay L. Grant yang terkenal adalah sistem bonus harian dan
bonus ekstra untuk para mandor. Beliau juga memperkenalkan sistem
"Charting" yang terkenal dengan "Gant Chart".

©2003 Digitized by USU digital library

Ia menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik
antara manajernen dan para karyawan, yaitu kerja sarna yang harmonis.
Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga
menggarisbawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian
tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya
penghargaan dalam segala masalah manajemen.
Metodenya yang terkenal adalah rnetode grafis dalam menggambarkan
rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian manajerial yang
lebih baik. Dengan rnenekankan pentingnya waktu maupun biaya dalam
merencanakan dan rnengendalikan pekerjaan. Hal ini yang menghasilkan
terciptanya "Gantt Chart" yang terkenal tersebut. Teknik ini pelopor teknikteknik
modern seperti PERT (Program Evaluation and Review Techique).
5. The Gilbreths (Frank B. Gilbreth : 1868 -1924 dan Lilian Gilbreth : 1878
-1972)

Suami istri ini selain rnempelajari masalah gerak dan kelelahan, juga tertarik
dengan usaha membantu pekerja menampilkan potensinya secara penuh
sebagai makhluk manusia. Setiap langkah yang dapat rnenghasilkan gerak
dapat mengurangi kelelahan. Mereka juga terkenaI dengan tiga peran dari
setiap pekerja yaitu sebagai pelaku, pelajar dan pelatihan yang senantiasa
mencari kesempatan baru, atau terkenal dengan konsep "three position plan of
promotion". Banyak manfaat dan jasa yang diberikan oleh manajemen ilmiah,
namun satu hal penting dilupakan oleh manajemen ini, yaitu kebutuhan sosial
manusia dalam berkelompok, karena terlalu mengutamakan keuntungan dan
kebutuhan ekonomis dan fisik perusahaan dan pekerjaan. Aliran ini melupakan
kepuasan pekerjaan pekerja sebagai manusia biasa.


Perhatian Lilian Gilbreth tertuju pada aspek manusia dari kerja dan perhatian
suamianya pada efisiensi -yaitu usaha untuk menemukan cara satu-satunya
yang terbaik dalam melaksanakan tugas tertentu. Dalam menerapkan prinsipprinsip
manajemen ilmiah, harus memandang para pekerja dan mengerti
kepribadian serta kebutuhan mereka. Ketidakpuasan di antara pekerja karena
kurang adanya perhatian dari pihak manajemen terhadap pekerja.

6. Henry Fayol (1841 -1925)
Henry Fayol mengarang buku "General and Industrial management". Pada
tahun 1916, dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat
memperhatikan produktivitas pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan
manajemen bagi satu organisasi yang kompleks, sehingga beliau menampilkan
satu metode ajaran manajemen yang lebih utuh dalam bentuk cetak biru. Fayol
berkeyakinan keberhasilan para manajer tidak hanya ditentukan oleh mutu
pribadinya, tetapi karena adanya penggunaan metode manajemen yang tepat.

Sumbangan terbesar dari Fayol berupa pandangannya tentang manajemen
yang bukanlah semata kecerdasan pribadi, tetapi lebih merupakan satu
keterampilan yang dapat diajarkan dari dipahami prinsip-prinsip pokok dan
teori umumnya yang telah dirumuskan. Fayol membagi kegiatan dan operasi
perusahaan ke dalam 6 macam kegiatan :
a. Teknis (produksi) yaitu berusaha menghasilkan dan membuat barangbarang
produksi.
b. Dagang (Beli, Jual, Pertukaran) dengan tara mengadakan pembelian bahan
mentah dan menjual hasil produksi.
©2003 Digitized by USU digital library
c. Keuangan (pencarian dan penggunaan optimum atas modal) berusaha
mendapatkan dan menggunakan modal.
d. Keamanan (perlindungan harga milik dan manusia) berupa melindungi
pekerja dan barang-barang kekayaan perusahaan.
e. Akuntansi dengan adanya pencatatan dan pembukuan biaya, utang,
keuntungan dan neraca, serta berbagai data statistik.
f. Manajerial yang terdiri dari 5 fungsi :
1) Perencanaan (planning) berupa penentuan langkah-langkah yang
memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya.
2) Pengorganisasian dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil
dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.
3) Memerintah (Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan
agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka
4) Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber
daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam
mencapai tujuannya.
5) Pengendalian (Controlling) dengan memantau rencana untuk
membuktikan apakah rencana itu sudah dilaskanakan sebagaimana
mestinya.

Selain hal-hal pokok diatas, masih ada beberapa ajaran Fayol lainnya yaitu :
1. Keterampilan yang dibutuhkan oleh manajer tergantung kepada tempat pada
tingkatan organisasi, yang rendah lebih membutuhkan keterampilan dan
kemampuan teknis dibandingkan dengan keterampilan manajerial pada manajer
tingkat atas.
2. Kemampuan dan ketrampilan manajemen harus diajarkan dan dipelajari,
sehingga tidak mungkin hanya diperoleh melalui praktek, timbul tenggelam
sepertl orang belajar menyelam tanpa guru.
3. Kernampuan dan keterampilan manajemen dapat diterapkan pada segala bentuk
dan jenis organisasi, seperti rumah tangga, pemerintah, partai, industri dan lainlain.
4. Prinsip-prinsip manajemen lebih baik daripada hukum manajemen, karena hukum
bersifat kaku, sedang prinsip bersifat lebih luwes, sehingga dapat disesuaikan
pada keadaan yang dihadapi.
5. Ada 14 macam prinsip manajemen dari Fayol, yaitu :
a. Pembagian kerja (Division of labor), yaitu sernakin mengkhusus manusia
dalam pekerjaannya, semakin efisien kerjanya, seperti terdapat pada ban
berjalan.
b. Otoritas dan tanggung jawab (Authority and Responsibility) diperoleh melalui
perintah dan untuk dapat memberi perintah haruslah dengan wewenang
formil. Walaupun demikian wewenang pribadi dapat mernaksa kepatuhan
orang lain.
c. Disiplin (discipline), dalam arti kepatuhan anggota organisasi terhadap aturan
dan kesempatan. Kepemimpinan yang baik berperan penting bagi kepatuhan
ini dan juga kesepakatan yang ad ii, seperti penghargaan terhadap prestasi
serta penerapan sangsi hukum secara adil terhadap yang menyimpang.
d. Kesatuan komando (Unity of commad), yang berarti setiap karyawan hanya
menerima perintah kerja dari satu orang dan apabila perintah itu datangnya
dari dua orang atasan atau lebih akan timbul pertentangan perintah dan
kerancuan wewenang yang harus dipatuhi.
e. Kesatuan pengarahan (unity of Direction), dalam arti sekelompok kegiatan
yang mempunyai tujuan yang sarna yang harus dipimpin oleh seorang
manajer dengan satu rencana kerja.
©2003 Digitized by USU digital library
f. Menomorduakan kepentingan perorangan terhadap terhadap kepentingan
umum (Subordination of Individual interest to general interes), yaitu
kepentingan perorangan dikalahkan terhadap kepentingan organisasi sebagai
satu keseluruhan.
g. Renumerasi Personil (Renumeration of personnel), dalam arti imbalan yang
adil bagi karyawan dan pengusaha.
h. Sentralsiasi (Centralisation), dalam arti bahwa tanggung jawab akhir terletak
pada atasan dengan tetap memberi wewenang memutuskan kepada bawahan
sesuai kebutuhan, sehingga kemungkinan adanya desentralisasi.
i. Rantai Skalar (Scalar Chain), dalam arti adanya garis kewenangan yang
tersusun dari tingkat atas sampai ke tingkat terendah seperti tergambar pada
bagan organisasi.
j. Tata-tertib (Order), dalam arti terbitnya penempatan barang dan orang pada
tempat dan waktu yang tepat.
k. Keadilan (Equity), yaitu adanya sikap persaudaraan keadilan para manajer
terhadap bawahannya.
l. Stabilitas masa jabatan (Stability of Penure of Personal) dalam arti tidak
banyak pergantian karyawan yang ke luar masuk organisasi.
m. Inisiatif (Initiative), dengan memberi kebebasan kepada bawahan untuk
berprakarsa dalam menyelesaikan pekerjaannya walaupun akan terjadi
kesalahan-kesalahan.
n. Semangat Korps (Esprit de Corps), dalam arti meningkatkan semangat
berkelompok dan bersatu dengan lebih banyak menggunakan komunikasi
langsung daripada komunikasi formal dan tertulis.
Banyak kritik yang dilemparkan kepada teori organisasi dan peranannya terhadap
prilaku manajer yang efektif. Juga keyakinannya bahwa prinsip-prinsip manajemen
itu dapat diajarkan dan dipelajari. Kritik terhadap teori salah satu datang dari Henry
Mintzberg yang menyatakan bahwa teori ini hanya sesuai untuk organisasi masa
lampau yang lebih stabil dengan lingkungan yang lebih mudah diramalkan. Teori ini
juga terlalu berpegang kepada kewenangan formil dan sering antara satu prinsip
tidak sejalan dengan prinsip lainnya, seperti antara prinsip “Division of Labor”
dengan “Unity of Command”.

Teori peralihan dari teori organisasi klasik dilanjutkan oleh periode peralihan yang
diwakili antara lain oleh 3 (tiga) orang tokoh manajemen yaitu :
7. Mary Parker Folett (1868-1933)
Mari percaya bahwa adanya hubungan yang harmonis antara karyawan dan
manajemen brdasar persamaan tujuan, namun tidak sepenuhnya benar untuk
memisahkan atasan sebagai pemberi perintah dengan bawahan sebagai
penerima perintah. Beliau menganjurkan kedudukan kepemimpinan dalam
organisasi, bukan hanya karena kekuasaan yang bersumber dari kewenangan
formil, tapi haruslah berasal dari pada pengetahuan dan keahliannya sebagai
manajer.

8. Oliver Sheldon (1894 -1951)
Filsafat rnanajemen yang pertama kali ditulis dalam bukunya pada tahun 1923,
yang menekankan tentang adanya tanggung jawab sosial dalam dunia , usaha,
sehingga etika sarna pentingnya dengan ekonomi alam manajemen, dalam arti
melakukan pelayanan barang dan jasa yang tepat dengan harga yang wajar
kepada masyarakat. Manajemen juga harus memperlakukan pekerja dengan
©2003 Digitized by USU digital library
adil dan jujur. Beliau menggabungkan nilai-nilai efisiensi manajemen ilmiah
dengan etika pelayanan kepada masyarakat. Ada 3 prinsip dari Oliver, yaitu :
a. Kebijakan, keadaan dan metoda industri haruslah sejalan dengan
kesejahteraan masyarakat.
b. Manajemen seharusnyalah mampu menafsirkan sangsi moral tertinggi
masyarakat sebagai keseluruhan yang memberi makna praktis terhadap
gagasan keadilan sosial yang diterima tanpa prasangka oleh masyarakat.
c. Manajemen dapat mengambil prakarsa guna meningkatkan standar etika
yang umum dan konsep keadilan sosial.

9. ChesterL. Barnard (1886 -1961)
Berdasarkan kesukaannya dalam bacaan-bacaan sosiologi dan filsafat,
kemudian Bernard merumuskan berbagai teori tentang kehidupan organsasi.
Menurut dia rnanusia itu masuk organisasi karena ingin mencapai tujuan
pribadinya melalui pencapaian tujuan organisasi yang tak mungkin dapat
dicapainya sendiri. Chester L. Bernard beasumsi bahwa perusahaan akan
berjalan efisien dan hidup terus, apabila dapat menyeimbangkan antara
pencapaian tujuan dan kebutuhan individu. Beliau juga menyatakan peranan
organisasi informal sangat menentukan suksesnya suatu tujuan perusahaan.
Bukunya yang terkenal berjudul "The Functions of the Executive" (1983). Yang
menulis tentang rnanajer berdasarkan suatu pendekatan sistem sosial, untuk
mengerti dan menganalisis fungsi-fungsi eksekutif. Ia juga memperhatikan
tugas-tugas utama eksekutif dalam kegiatan beroperasi perusahaan. Adapun
tugas eksekutif adalah memelihara suatu sistem usaha kerja sarna dalam
organisasi formal. Ada beberapa alasan dalam logika analisisnya hila dilihat
dalam langkah-langkah yang disajikan pada bukunya sebagai berikut :
1. Adanya pembatasan fisis dan biologis terhadap setiap individu membuat
mereka bekerjasama dalam kelompok ; meskipun ada pembatasanpembatasan
dasar bersifat fisis dan biologis, adanya kerja sarna membuat
batasan psikologis dan sosial yang ada pada setiap individu inilah yang
mernainkan peran dalam mendorong kerjasama.
2. Adapun tindakan kerjasama mendorong terbentuknya sistem kerjasama
beberapa unsur-unsur fisis, biologis, kepribadian, dan sosial (Barnard
mencontohkan kelas dalam kuliah sebagai suatu sistem kerjasama, yang
terdiri dari unsur-unsur seperti ruangan, bangku, papan tuns, manusia
sebagai makhluk hidup, pribadi-pribadi, pertukaran pendapat, dan
sebagainya). Adanya kelanjutan kerjasama biasanya tergantung pada
efektivitas (apakah tujuan kerjasama itu tercapai ?) dan efisiensi (apakah
tujuan itu dapat dicapai dengan ketidakpuasan dan pengorbanan yang
seminimum mungkin dari pihak anggota yang bekerjasama ?).
3. Setiap sistem kerjasama dibagi ke dalam dua bagian yaitu : "Organisasi",
yang merupakan interaksi-insteraksi dari individu yang berada di dalam
sistem itu, dan "unsur-unsur lainnya".
4. Organisasi dapat dibagi ke dalam dua jenis, pertama : organiasi "formal",
yaitu kumpulan interkasi sosial yang memang dikoordinasikan dan
mempunyai tujuan bersama. Kedua adalah organisasi "informal", yaitu
interaksi-interaksi sosial tanpa tujuan bersama dan tidak dikoordinasikan
secara sengaja.
5. Organisasi formal dapat berlangsung hanya bila orang-orang yang
didalamnya (a) dapat saling berkomunikasi, (b) mau memberi sumbangan
pikiran kepada kegiatan kelompok, dan (c) memiliki kesadaran
mempunyai tujuan umum.
©2003 Digitized by USU digital library
6. Setiap organisasi formal harus memiliki unsur-unsur : (a) sistem
fungsionalisasi sehingga orang-orang dapat berspesialisasi dengan
dibentuknya departementasi : (b) adanya sistem perangsang yang efektif
dan efisien yang akan mendorong setiap orang menyumbang ke
pikirannya kepada kegiatan kelompok; (c) sistem kekuasaan ("otoritasf')
yang menyebabkan setiap anggota kelompok menerima keputusankeputusan
para eksekutif : dan (d) sistem pengambilan keputusan yang
logis sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.
7. Adapun tugas eksekutif dalam organisasi formal adalah : (a) menjaga
hubungan komunikasi organisasi melalui suatu skema organisasi,
ditambahkan dengan adanya bawahan yang setia, bertanggung jawab,
dan mampu bekerja, serta satu organisasi informal" yang baik; (b)
membuat perlindungan terhadap pekerjaan pokok dari individu –individu
di dalam organisasi; dan (c) adanya perumusan dan penentuan tujuan
perusahaan.
8. Fungsi-fungsi eksekutif mernasuki proses melalui pekerjaan eksekutif
dalam mengintegrasikan keseluruhannya dan dalam menemukan
keseimbangan di antara kekuatan-kekuatan dan kejadian-kejadian yang
berlawanan.
9. Untuk mengefektifkan eksekutif, adanya suatu tata kepemimpinan yang
mempunyai tanggung jawab tinggi; sebagaimana telah dinyatakannya
bahwa Kerjasamalah, dan bukan kepemimpinan, yang rnembuat proses
kreatif; tetapi kepemimpinan merupakan suatu kekuatan yang sangat
diperlukan.

IV. Aliran Hubungan Manusiawi
Pada tahap aliran perilaku atau hubungan manusiawi organisasi melihat pada
hakikatnya adalah sumber daya manusia. Aliran ini mernandang aliran klasik
kurang lengkap karena terlihat kurang mampu rnewujudkan efisiensi produksi
yang sempurna dengan keharmonisan di tempat kerja. Manusia dalam sebuah
organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan prilakunya karena
sering juga tidak rasional. Oleh sebab itu para manajer perlu dibantu dalam
menghadapi rnanusia, melalui antar lain ilmu sosiologi dan psikologi. Ada tiga
orang pelopor aliran perilaku yaitu :
1. Hugo Munsterberg (1863 -1916) yaitu Bapak Psikologi Industri.
Sumbangannya yang terpenting adalah berupa pernanfaatan psikologi
dalam mewujudkan tujuan-tujuan produktivitas sarna seperti dengan
teori-teori manajemen lainnya. Bukunya "Psychology and Indutrial
Efficiency", ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas:
a. Menempatkan seorang pekerja terbaik yang paling sesuai dengan
bidang pekerjaan yang akan dikerjakannya.
b. Menciptakan tata kerja yang terbaik yang memenuhi syarat-syarat
psikologis untuk memaksimalkan produktivitas.
c. Menggunakan pengaruh psikologis agar memperoleh dampak yang
paling tepat dalam mendorong karyawan.
2. Elton Mayo (1880 -1949) gerakan memperkenalkan hubungannya yang
diartikan sebagai satu gerakan yang memiliki hubungan timbal batik
manajer dan bawahan sehingga mereka secara serasi mewujudkan
kerjasama yang memuaskan, dan tercipta semangat dan efisiensi kerja
yang memuaskan. Disini terlihat adanya peran faktor-faktor sosial dan
psikologis dalam memberi
dorongan kerja kepada karyawan. Satu hal yang menarik dari hasil
percobaan Mayo dengan kawan-kawan adalah rangsangan uang tidak
©2003 Digitized by USU digital library
menyebabkan membaiknya produktivitas. Mereka menyatakan dalam
meningkatkan produktivitas adalah satu karena sikap yang dimiliki
karyawan yang merasa rnanajer ataupun atasannya memberikan
perhatian yang cukup terhadap kesejahteraan mereka yang dikenal
dengan sebutan "Hawthorne effect", Selain itu, juga ditemukan pengaruh
kehidupan lingkungan sosial dalam kelompok yang lebih informal lebih
besar pengaruhnya terhadap produktivitas. Mayo beryakinan terhadap
konsepsnya yang terkenal dengan "Social man” yaitu seharusnyalah
dimotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan sosial dalam hubungan yang lebih
efektif daripada pengawasan ataupun pengendalian manajemen. Konsep
"socialmanl”dapat menggantikan konsep "rational man” yaitu seseorang
bekerja didorong semata-mata oleh kebutuhan ekonomis pribadi yang
terkenal dengan julukan "rational economic man” yang oleh Robert Owen
diperkenalkan dengan istilah "vital machine”.
Dalam pendidikan dan pelatihan bagi para manajer dirasa semakin
pentingnya "people management skillsl” daripada "engineering atau
technicall skillsl”, Sehingga konsep dinamika kelompok dalam praktek
manajemen lebih penting daripada manajemen atas dasar kemampuan
perseorangan (individu),
Walaupun demikian ada beberapa kelemahan temuan Mayo yang
dinyatakan oleh orang-orang yang beranggapan kepuasan karyawan
bersifat kompleks, karena selain ditentukan oleh lingkungan sosial, juga
oleh faktor-faktor lainnya yaitu tingkat gaji, jenis pekerjaan, struktur dan
kultur organisasi, hubungan karyawan manajemen dan lain-lain. Gerakan
hubungan manusia terus berkembang dengan munculnya pemikiranpemikiran
lain yang juga tergolong dalam aliran perilaku yang labih maju.
Penggunaan ilmu-ilmu sosial seperti Sosiologi, Psikologi, dan Antropologi
terus dipergunakan dengan penelitian yang lebih sempurna, dan para
penelitinya lebih dikenal dengan sebutan "behavioral scientists" daripada
'human relations theorists". Di antara mereka yang terkenal adalah
Argyris, Maslow and Mc Gregor yang lebih mengutamakan konsep "self
actualizing man" daripada hanya sekedar "social man" dalam memberi
dorongan kepada karyawan. Teori Mayo ini pun kemudian lebih
ditingkatkan dengan pendapat bahwa rnanusia tidak hanya didorong oleh
berbagai kebutuhan yang dikenal dengan konsep "complex-man". Karena
tidak ada dua orang yang persis sarna, oleh sebab itu seorang manajer
yang efektif akan berusaha mempelajari kebutuhan-kebutuhan setiap
individu yang terkait dalam organisasinya agar dapat mempengaruhi
individu tersebut.

3. William Ouchi (1981)
William Ouchi, dalam bukunya "theory Z -How America Business Can
Meet The Japanese Challen ge (1981)", memperkenalkan teori Z pada
tahun 1981 untuk menggambarkan adaptasi Amerika atas perilaku
Organisasi Jepang.
Teori beliau didasarkan pada perbandingan manajemen dalam organisasi.
Jepang disebut tipe perusahaan Jepang dengan manajemen dalam
perusahaan Amerika -disebut perusahaan tipe Amerika. Berikut adalah
perbedaan organisasi tipe Amerika dan tipe Jepang.
©2003 Digitized by USU digital library
Sumbangan para ilmuan yang beraliran hubungan manusiawi ini terlihat dalam
peningkatan pemahaman terhadap motivasi perseorangan, perlaku kelompok,
ataupun hubungan antara pribadi dalam kerja dan pentingnya kerja bagi manusia.
Para manajer diharapkan semakin peka dan terampil dalam menangani dan
berhubungan dengan bawahannya. Bahkan muncul berbagai jenis konsep yang lebih
mengaji pada masalah-masalah kepemimpinan, penyelesaian perselisihan,
memperoleh dan memanfaatkan kekuasaan, perubahan organisasi dan konsep
komunikasi.
Walaupun demikian aliran ini tidak bebas dari kritikan, karena di samping terlalu
umum, abstrak dan kompleks, sukar sekali bagi manajer untuk menerangkan
tentang perilaku manusia yang begitu kompleks dan sukar memilih nasehat ilmuwan
yang mana yang sebaiknya harus dituruti dalam mencapai solusi di dalam
perusahaan.
V. Aliran Manajemen Modern
Muncul aliran ini lebih kepada aliran kuantitatif merupakan gabungan dari Operation
Research dan Management Science. Pada aliran ini berkumpul para sarjana
matematika, pisik, dan sarjana eksakta lainnya dalam memecahkan masalahmasalah
yang lebih kompleks. Tim sarjana ini di Inggris, di Amerika Serikat, sesudah
perang Dunia II dikenal dengan sebutan "OR Tema” dan setelah perang
dimanfaatkan dalam bidang industri. Masalah-masalah ruwet yang memerlukan "OR
Tim" ini antara lain di bidang transportasi dan komunikasi.
Kehadiran teknologi komputer, membuat prosedur OR lebih diformasikan menjadi
aliran IImu Manajemen Modem. Pengembangan model-model dalam memecahkan
masalah-masalah manajemen yang kompleks. Adanya bantuan komputer, maka
dapat memberi pemecahan masalah yang lebih berdasar rasional kepada para
manajer dalam membuat putusan-putusannya. Teknik-teknik ilmu manajemen ini
membantu para manajer organisasi dalam berbagai kegiatan penting, seperti dalam
hat penganggaran modal, manajemen cash flow, penjadwalan produksi, strategi
pengembangan produksi, perencanaan sumber daya manusia dan sebagainya.
Aliran ini juga memiliki kelemahan karena kurang memberi perhatian kepada
hubungan manusia. Oleh karena itu sangat cocok untuk bidang perencanaan dan
pengendalian, tetapi tidak dapat menjawab masalah-masalah sosial individu seperti
motivasi, organisasi dan kepegawaian. Konsep dari aliran ini sebenarnya sukar
dipahami oleh para manajer karena dapat menyangkut kuantitatif sehingga para
manajer itu merasa jauh dan tidak terlibat dengan penggunaan teknik-teknik ilmu
manajemen yang sangat ilmiah dan kompleks.
VI. Perkembangan Teori Manajemen
Ketiga aliran manajemen yang telah diuraikan di atas ternyata sampai sekarang
berkembang terus. Aliran hubungan manusiawi dan ilmu manajemen memberikan
pendekatan yang penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalahmasalah
manajemen. Demikian pula aliran klasik yang telah berkembang ke arah
pemanfaatan hasil-hasil penelitian dari aliran lain dan terus tumbuh menjadi
pendekatan baru yang disebut pendekatan sistem dan kontingensi.
Aliran klasik dikenal dengan pendekatan proses dan operasi manajemen. Dengan
terjadinya proses perkembangan yang saling berkaitan di antara berbagai aliran ini,
maka kemudian sudah sulit untuk terlalu membedakan dan memisahkan antara
aliran-aliran ini.
©2003 Digitized by USU digital library
Proses perkembangan teori manajemen terus berkembang hingga saat ini yang
dilihat dari lima sisi yaitu :
1. Dominan, yaitu aliran yang muncul karena adanya aliran lain. Pengkajian dari
masing-masing aliran masih dirasakan bermanfaat bagi pengembangan teori
manajemen.
2. Divergensi, yaitu dimana ketiga aliran masing-masing berkemabng sendiri-sendiri
tanpa memanfaatkan pandangan aliran-aliran lainnya.
3. Konvergensi, yang menampilkan aliran dalam satu bentuk yang sarna sehingga
batas antara aliran nlenjadi kabur. Perkembangan seperti inilah yang sudah
terjadi sekalipun bentuk pengembangannya tidak seimbang karena masih terlihat
bentuk dominan dari satu rnazhab terhadap yang lain.
4. Sintesis, berupa pengembangan menyeluruh yang lebih bersitat integrasi dari
aliran-aliran seperti yang kemudian tampil dalam pendekatan sistem dan
kontingensi.
5. Proliferasi, merupakan bentuk perkembangan teori manajemen dengan
munculnya teori-teori manajenlen yang baru yang memusatkan perhatian kepada
satu permasalahan manajenlen tertentu.
Seperti kita ketahui hingga saat organisasi bisnis nlerupakan penciptaan
pengetahuan dan menjadi sumber inovasi yang penting bagi manajemen. Hal ini
dapat dilihat bagaimana perusahaan-perusahaan Jepang dan perusahaan besar lain
di belahan dunia ini berhasil dan berkembang karena keahlian danpengalaman dari
para manajer dan perusahaan secara keseluruhan menciptakan pengetahuan baru,
service, system, produk.
Adanya inovasi yang terns menerus sebenamya rnerupakan inisiatif dari individual
dan interaksi datam kelompok sehingga perubahan terns teljadi merupakan hasil dari
pengalaman, penyatuan, diskusi, dialog yang menciptakan pengetahuan baru.
Seperti yang dikatakan oleh Ikuijiro Nanoka dakam bukunya Knowledge Creating
Company (1995), yang dikutip dari Dirlanudin (hal. 10, 1996) bahwa pengembangan
kerangka kelja teori khususnya teori manajemen adalah :
"pengembangan kerangka kerja teori, dengan menjelaskan pada dua dimensi,
epistemological dan ortological mengenai kreasi pengetahuan organisasional.
Dimensi epistemological yang digambarkan pada garis vertikal, yang mana konversi
pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit. Sedangkan dimensi ortologi yang
mewakili garis horisontal, dimana pengetahuan diciptakan melalui individu-individu
yang kemudian ditransformasi pada pengetahuan tingkat kelompok, organisasi dan
antar organisasi dan berinteraksi secara terus-menerus".
VII. Penutup
Manajer saat ini dituntut mempelajari dan memahami semua teori manajemen yang
dihasilkan oleh berbagai aliran, karena manajer bisa memilih teori yang paling sesuai
untuk menghadapi situasi tertentu. Disamping itu seorang manajer dapat saja m
enggabungkan dan memanfaatkan teori dan konsep yang paling cocok atau
pendekatan untuk menghadapi masalah sederhana maupun yang kompleks dan
pendekatan-pendekatan ini yang menggambarkan kedudukan dan peranan
manajemen saat ini dan di masa datang.
Ada beberapa alasan untuk mengetahui dan mempelajari perkembangan ilmu
manajemen yang akan diuraikan di bawah ini yaitu antara lain:
1. Membentuk pandangan kita mengenai organisasi.
©2003 Digitized by USU digital library
Mempelajari teori manajemen juga memberi petunjuk kepada kita di mana kita
mendapatkan beberapa ide mengenai organisasi dan manusia didalamnya.
2. Membuat kita sadar mengenai lingkkungan usaha.
Mempelajari berbagai teori manajemen berdasarkan perkembangannya, kita
dapat memahami bahwa setiap teori adalah karena berdasarkan lingkungannya
yaitu ekonomi, sosial, politik dan pengaruh teknologi yang dirasakan pada waktu
dan tempat terjadinya peristiwa tertentu. Pengetahuan ini membantu setiap
orang untuk memahami apa sebabnya teori tertentu cocok terhadap keadaan
yang berbeda.
3. Mengarahkan terhadap keputusan manajemen.
Mempelajari evolusi manajemen membantu memahami proses dasar sehingga
dapat memilih suatu tindakan yang efektif. Pada hakekatnya suatu teori
merupakan asumsi-asumsi yang koheren/logis, untuk menjelaskan beberapa
fakta yang diobservasi. Teori yang absah, dapat memprediksi apa yang akan
terjadi pada situasi tertentu. Dengan adanya pengetahuan ini, kita bisa
rnenerapkan teori manajemen yang berbeda terhadap situasi yang berbeda.
4. Merupakan sumber ide baru.
Mempelajari perkembangan teori manajemen memungkinkan kita pada suatu
kesempatan mengambil pandangan yang berbeda dari situasi sehari-hari.