Jumat, 20 Maret 2009

KEGIATAN EKONOMI

oleh : Nia Atmadianing Meigawati

Kegiatan ekonomi itu sendiri adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang meliputi kegiatan sebagai berikut :

a. Produksi

ü Pengertian dan Tujuan Produksi

Produksi adalah proses peningkatan kapasitas barang-barang untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan manausia atau proses pembentukan jasa-jasa yang mampu memuaskan kebutuhan-kebutuhan manusia.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian produksi adalah sebagai berikut :

1. Produksi yang menghasilkan barang dan jasa baru, sehingga dapat menambah jumlah, mengubah bentuk atau ukuran.

2. Produksi dapat diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menambah daya guna suatu barang sehingga bermanfaat.

Tujuan produksi antara lain :

1. Memperbanyak jumlah barang atau jasa.

2. Menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi.

3. Memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan perradaban, budaya, dan tekhnologi.

4. Mengganti barang yang rusak.

5. Memenuhi kebutuhan pasar.

6. Memperoleh keuntungan.

7. Meningkatkan kemakmuran.

ü Fungsi Produksi

Manusia mengkombinasikan penggunaan faktor produksi agar dapat menghasilkan barang dan jasa. Sebagai alat analisis digunakan fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu persamaan matematis yang menunjukkan hubungan fungsional antara jumlah keluaran (output) maksimum yang dapat dihasilkan dalam satu proses produksi tertentu dengan satu set masukan (input) faktor produksi yang digunakan oleh produsen pada tingkat tekhnologi tertentu. Jumlah barang yang dihasilkan tergantung pada penggunaan faktor-faktor produksinya. Jika mengiginkan hasil yang semakin banyak, semakin banyak pula faktor produksi yang harus digunakan.

Secara umum fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menujukkan hubungan antara tingkat (dan kombinasi) penggunaan input dan tingkat output per satuan waktu.

Fungsi produksi terdiri dari empat macam, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan kewirausahaan. Menurut perilaku penggunaannya, faktor produksi dapat dibedakan menjadi dua kelompok sebagi berikut :

a. Faktor Produksi Tetap

Faktor produksi tetap adalah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak tergantung junlah barang yang dihasilkan. Faktor produksi ini harus tetap ada walaupun tidak terjadi proses produksi.

b. Faktor Produksi Tidak Tetap

Faktor produksi variable adalah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tergantung jumlah barang yang dihasilkan. Penggunaan faktor produksi variable berubah-ubah sesuai perubahan jumlah produksi yang diinginkan.

Sebagai contoh dalam proses produksi roti. Faktor produksi variable yang dibutuhkan antara lain bahan baku (tepung terigu, telur, dan mentega) dan tenaga kerjanya. Jika terjadi penurunan produksi, maka jumlah bahan baku dan tenaga kerja akan dikurangi.

ü Teori Produksi

1. Teori Produksi dengan Satu Faktor Input yang berubah

Teori produksi adalah teori yang menggambarkan hubungan antara tingkat produksi dengan input produksi sedangkan teori produksi yang sederhana adalah teori yang menggembangkan tentang hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dalam penjelasan tersebut dimisalkan faktor-faktor produksi yang lainnya tetap jumlahnya. Hukum tambahan hasil yang semakin berkurang tidak dapat dipisahkan dari teori produksi. Hokum ini dikemukakan oleh David Ricardo (1772 – 1823) yang dikenal dengan “Hukum Tambahan Hasil yang Berkurang” (The Lawof Diminishing Return) yang berbunyi sebagai berikut.

“Apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak 1 unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan pada akhirnya mencapai nilai negative. Sifat pertambahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat maksimum dan kemudian menurun”.

Apabila teori tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Faktor produksi tanah, bangunan, dan mesin dianggap tetap, sedangkan faktor tenaga kerja yang berubah (faktor variable)

Hubungan Faktor Produksi Tetap, Faktor Produksi Variabel, dengan Output yang Dihasilkan

Input

Output

Produk Rata-Rata (AP)

Tahap Produksi

Tanah, Bangunan, dan Mesin

Tenaga Kerja

Produk Total (TP)

Tambahan Produk (MP)

Tetap

Tetap

Tetap

1

2

3

500

1.300

2.625

500

800

1.325

500

650

875

I

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

4

5

6

7

3.500

4.100

4.620

4.900

875

600

520

280

875

820

770

700

II

Tetap

Tetap

Tetap

8

9

10

4.800

4.500

4.200

-100

-300

-400

600

500

420

III

Keterangan : - Tahap I : Produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat

- Tahap II : Produksi total pertambahannya semakin lambat

- Tahap III : produksi total semakin lama semakin berkurang

Produk marjinal danrata rata dapat dirumuskan:

Produk total (TP=total prodact) adalah keseluruhan hasil yag diperoleh selama prpses produksi.Tambahan produk(MP=marginal product)adalah tambahan total produksui yang bisa diperoleh sebagai akibat bertambahnya satu unit input faktor produksi variable.Produk rata-rata(AP=avarege product)dalah hasil bagi antara produk total dengan jumlah tenaga keja

2. Teori Produksi dengan Dua Faktor Input yang Berubah

Dalam teori produksi dengan dua faktor input yang berubah kita akan mengenal istilah Isoquant dan Isocost. Isoquant adalah kurva produksi sama yang menggambarkan gabungan dua faktor input produksi (tenaga kerja dan modal).incost adalah garis biaya sama yang menggambarkan gabungan faktor – faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan biaya tertentu.

ü Perilaku produsen

Hal – hal yang harus dilakukan perusahaan selaku produsen adalah sebagai berikut:

a) Menjaga kelestarian lingkungan hidup.

b) Memberikan sumbangan social

c) Menumbuhkan rasa saling percaya

d) Menghormati dan melakukan aturan pemerintah

e) Memberikan keuntungan kepada pemegang saham

f) Nenghindari praktik – praktik operasi yang ilegal

b. Konsumsi

ü Pengertian dan Tujuan Konsumsi

konsumsi adalah kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.tujuan konsumsi adalah memenuhi kebutuhan hidup atau memperoleh kepuasan setinggi – tingginya dan mencapai tingat kemakmuran.

ü Teori Konsumsi

Dalam teori konsumsi kita akan mengenal tentang nilai guna atau utility. Nilai guna adalah kemempuan untuk memuaskan suatu kebutuhan menusia. Nilai guna dibagi menjadi dua yaitu:

a) Nilai guna total adalah jumlah seluruh kepuasn yang diperoleh dari mengkonsumsi jumlah barang tertentu.

b) Nilai guna marginal adalah pertambahan atau pengurangan kepuasan sebagai akibat dari pertambahan atau pengurangan penggunaan satu unit barang tertentu.

Dua hukum yang terkenal dalam teori konsumsi adalah Hukum Gossen I dan hukun Gossen II :

1. Hukum Gossen 1

Berbunyi :”Jika jumlah barang yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu terus ditambah,maka kepuasan total yang diperolah juga ditambah.akan tetapi, kepuasan marginal akan semakin berkurang. Bahkan bila konsumsi terus dilakukan, pada akhirnya tambahan kepuasan yang diperoleh akan menjadi negative dan kepuasan total menjadi berkurang”.

Hukum Gossen I dikemukakan oleh Herman Heinrich Gossen, seorang ahli ekonomi dari Jerman. Namun Hukum Gossen I ini memiliki kelemahan. Dalam praktik orang tidak akan memuaskan satu macam kebutuhan sampai sepuas-puasnya, tetapi setelah mencapai titik kepuasan tertentu akan menyusul kebutuhan yang lain. Maka hukum Gossen I dilengkapi dengan Hukum Gossen II

2. Hukum Gossen 2

Berbunyi :”seorang konsumen akan membagi – bagi pengeluaran uangnya untuk membali berbagai macam barang sedemikian rupa hingga kebutuhan – kebutuhannya terpenuhi secara seimbang”.

Hokum Gossen II merupakan pemuasan kebutuhan secara horizontal (pemuasan kebutuhan tidak bertumpu pada satu jenis barang saja, melainkan berusaha pula untuk memenuhi kebutuhan akan barang lainnya.

ü Hubungan konsumsi dengan pendapatan

Semakin besar jumlah pendapatan yang diterima, semakin besar pula bagian alokasi untuk konsumsi dan tabungan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi jumlah pendapatan yang digunakan untuk konsumsi antara lain sebagai berikut:

a. Besarnya pendapatan yang diterima oleh rumah tangga konsumsi.

b. Jumlah dan umur anggota keluarga

c. Kondisi lingkungan yaitu faktor geografis dan social.

d. Perkiraan masa depan yaitu perkiraan mengenai kenaikan atau penurunan harga barang atau jasa.

Faktor – faktor yang mempengaruhi jumlah pendapatan yang digunakan untuk tabungan antara lain sebagai berikut:

a. Besarnya pendapatan yang diterima oleh rumah tangga setelah dikuranga pengurang untuk konsumsi.

b. Keinginan untuk berjaga – jaga terhadap kemungkinan terjadinya hal – hal yang tidak terduga.

c. Tingkat bunga, kenaikan tingkat bunga akan meningkatkan kecendurungan untuk menabung.

Pola Perilaku Konsumen

1. Kepuasan konsumen terhadap produk

Kepuasan didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mencerminkan kebutuhan,keinginan,dan harapan konsumen dapat terpenuhi melalui produk yang dikonsumsi.Rasa puas dalam menggunakan suatu barang dapat diwujudkan dalam sifat loyal terhadap barang tersebut.Dengan demikian,bila seseorang konsumen loyal terhadap suatu produk tertentu ia telah mempunyai persepsi dan ekspektasi terhadap pproduk tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan ekspektasi konsumen, menurut Vincent Gasperz,yaitu sbb:

1. Kebutuhan dan keinginan.

2. Pengalaman masa lalu

3. Pengalaman dari teman.

4. Komunikasi iklan dan pemasaran.

2. Pengeluaran untuk konsumsi

Besar kecilnya konsumsi yang dilakukan oleh konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain selera,tingka pendapatan,kebiasan,dan sikap hidup,lingkungan tempat tinggal dan alat distribusi.

3. Pola hidup hemat

Dengan terbatasnya sumber daya ekonomi yang kita miliki kita harus bijak dalam menggunakannya,salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan pola hidup hemat.Hidup hemat berarti menditribusikan pendapatan untuk konsumsi secara terencana dan terarah.

c. Distribusi

ü Pengertian Distribusi

Anda pasti pernah melihat seseorang yang memikul barang tertentu untuk ditawarkan kepada pembeli, contoh seperti tukang sayur, tukang bakso. Kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut merupakan kegiatan distribusi.

Distribusi artinya proses yang menunjukkan penyaluran barang dari produsen sampai ke tangan masyarakat konsumen. Produsen artinya orang yang melakukan kegiatan produksi. Konsumen artinya orang yang menggunakan atau memakai barang/jasa dan orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.

Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani kegiatan produksi dan konsumsi. Berkat distribusi barang dan jasa dapat sampai ke tangan konsumen. Dengan demikian kegunaan dari barang dan jasa akan lebih meningkat setelah dapat dikonsumsi.

Dari apa yang baru saja diuraikan, tampaklah bahwa distribusi turut serta meningkatkan kegunaan menurut tempatnya (place utility) dan menurut waktunya (time utility).

ü Fungsi Distribusi

Distribusi sangat dibutuhkan oleh konsumen untuk memperoleh barang-barang yang dihasilkan oleh produsen, apalagi bila produksinya jauh. Anda dapat melihat barang yang tidak dihasilkan di daerah Anda tapi sekarang ada di tempat tinggal Anda.
Ada pun kegiatan yang termasuk fungsi distribusi terbagi secara garis besar menjadi dua.

a. Fungsi Distribusi Pokok
Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus
dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:

1. Pengangkutan (Transportasi)
Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal konsumen, perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin besar, sehingga membutuhkan alat transportasi (pengangkutan).

2. Penjualan (Selling)
Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh produsen.
Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.

3. Pembelian (Buying)
Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika penjualan barang dilakukan oleh produsen, maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut.

4. Penyimpanan (Stooring)
Sebelum barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barangbarang, perlu adanya penyimpanan (pergudangan).
Contoh, Anda bisa lihat mengapa orangtua kita ada yang membuat lumbung padi?

5. Pembakuan Standar Kualitas Barang
Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Oleh karena itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan tersebut. Pembakuan (standardisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan.

6. Penanggung Resiko

b. Fungsi Tambahan
Distribusi mempunyai fungsi tambahan yang hanya diberlakukan pada distribusi barang-barang tertentu. Fungsi tambahan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Menyeleksi
Kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha. Misalnya produksi tembakau perlu diseleksi berdasarkan mutu/standar yang biasa berlaku, produksi buah-buahan diseleksi berdasarkan ukuran besarnya.

2. Mengepak/Mengemas
Untuk menghindari adanya kerusakan atau hilang dalam pendistribusian, maka barang harus dikemas dengan baik. Misalnya buah-buahan atau sayuran, baju, TV.

3. Memberi Informasi

Anda tentunya pernah mendengar atau menyaksikan iklan Rinso. Tentunya dengan adanya iklan tersebut Anda mendapatkan informasi mengenai produk sabun Rinso. Untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen perlu memberi informasi secukupnya kepada perwakilan daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi. Informasi yang paling tepat bisa melalui iklan.

ü Sistem Distribusi

Pengertian sistem distribusi adalah pengaturan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sistem distribusi dapat dibedakan menjadi:

a. Sistem distribusi jalan pendek atau langsung

Adalah sistem distribusi yang tidak menggunakan saluran distribusi. Contoh distribusi sistem ini adalah penyaluran hasil pertanian oleh petani ke pasar langsung.
Bagan sistem distribusi ini sebagai berikut.

b. Sistem distribusi jalan panjang atau tidak langsung

Adalah sistem distribusi yang menggunakan saluran distribusi dalam kegiatan distribusinya biasanya melalui agen. Contoh: motor, mobil, TV.
Bagan sistem distribusi tidak langsung.

ü Saluran Distribusi

Pengertian dari saluran distribusi atau perantara distribusi adalah sebagai orang atau lembaga yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Saluran distribusi dapat kita bedakan menjadi dua golongan lembaga distribusi, yaitu pedagang dan perantara khusus.

a. Pedagang

Pedagang adalah seseorang atau lembaga yang membeli dan menjual barang kembali tanpa merubah bentuk dan tanggungjawab sendiri dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.
Pedagang dibedakan menjadi:

1. Pedagang Besar (Grosir atau Wholesaler) adalah pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali kepada pedagang yang lain. Pedagang besar selalu membeli dan menjual barang dalam partai besar.

2. Pedagang Eceran (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali langsung kepada konsumen. Untuk membeli biasa partai besar, tetapi menjualnya biasanya dalam partai kecil atau per-satuan.

b. Perantara Khusus
Sama halnya dengan pedagang, kegiatan perantara khusus juga menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen. Bedanya perantara khusus tidak bertanggungjawab penuh atas barang yang tidak laku terjual.
Perantara khusus meliputi:

1. Agen (Dealer) adalah perantara pemasaran atas nama perusahaan. Menjualkan barang hasil produksi perusahaan tersebut di suatu daerah tertentu. Balas jasa yang diterima berupa pengurangan harga dan komisi.

2. Broker (Makelar) adalahperantara pemasaran yang kegiatannya mempertemukan penjual dan pembeli untuk melaksanakan kontrak atau transaksi jual beli. Balas jasa yang diterima disebut kurtasi atau provisi.

3. Komisioner adalah perantara pembelian dan penjualan atas nama dirinya sendiri dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Balas jasa yang diterima disebut komisi.

4. Eksportir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya dengan menyalurkan barang ke luar negeri.

5. Importir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya dengan menyalurkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.

ü Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi

Pada bahasan terakhir ini akan dibahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi meliputi:

1. Faktor Pasar
Dalam lingkup faktor ini, saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, yaitu jumlah konsumen, letak geografis konsumen, jumlah pesanan dan kebiasaan dalam pembelian.

2. Faktor Barang
Pertimbangan dari segi barang bersangkut-paut dengan nilai unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, standar barang dan pengemasan.

3. Faktor Perusahaan
Pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber dana, pengalaman dan kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan.

4. Faktor Kebiasaan dalam Pembelian
Pertimbangan yang diperlukan dalam kebiasaan pembelian adalah kegunaan perantara, sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan dan ongkos penyaluran barang.

d. Investasi

ü Pengertian investasi

Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan berarti juga produksi) dari kapital/modal barang-barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contoh termasuk membangun rel kereta api, atau suatu pabrik, pembukaan lahan, atau seseorang sekolah di universitas. Untuk lebih jelasnya, investasi juga adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik, mesin, dll) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.

ü Bentuk-bentuk investasi

Investasi tanah diharapkan dengan bertambahnya populasi dan penggunaan tanah; harga tanah akan meningkat di masa depan. Investasi pendidikan dengan bertambahnya pengetahuan dan keahlian, diharapkan pencarian kerja dan pendapatan lebih besar.
Investasi saham diharapkan perusahaan mendapatkan keuntungan dari hasil kerja atau penelitian.

ü Risiko investasi

Investasi selain juga dapat menambah penghasilan seseorang juga membawa risiko keuangan bilamana investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, di antaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), ketertiban hukum, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

1. Rahardja, Pratama TH. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi). LP-FEUI : Jakarta

2. Puspitawati, Endang. 2007. Ekonomi. CV Viva Pakarindo : Klaten

3. Setyowati, Endang. 2002. Ekonomi Makro Pengantar. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara Bagian Penerbitan: Yogyakarta

4. Setyowati, Endang. 2002. Ekonomi Mikro Pengantar. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara Bagian Penerbitan: Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar